Tidak Bisa Login dan Memakai Menu Back Up SLiMS karena HTTP Error 500
Diskusi dengan Pustakawan
Pada 25 Desember 2025 Pustakawan Care mendapatkan pesan Whatsapp dari kak Ari Susanto, S.IP, kepala perpustakaan UMNU Kebumen. Isi pesannya adalah untuk memperbaiki error pada SLiMS yang digunakan disertai foto notifikasi error yang dimaksud.
Pada hasil screenshot tersebut nampak jelas notifikasi errornya berbunyi:
"Localhost is Currently Unable to Handle this Request HTTP Error 500"
Sama seperti kasus sebelumnya di perpustakaan STMIK, (baca: SLiMS dan phpmyadmin Tidak Bisa Diakses STMIK Banda Aceh) HTTP Error 500 biasanya berkaitan dengan koneksi ke database. Jadi, kami menduga bahwa masalahnya ada di database yang korup. Namun, itu belum bisa dipastikan benar sebelum pemeriksaan.
Setelah berdiskusi beberapa menit akhirnya kami mendapatkan persetujuan pustakawan untuk memeriksa kondisi SLiMS lebih dalam. Untuk aplikasi remote, kami menggunakan Aplikasi AnyViewer.
Dari diskusi bersama pustakawan dan pemeriksaan, kami mendapatkan informasi penting terkait SLiMS. Berikut adalah informasi yang kami peroleh:
[1] SLiMS yang digunakan adalah versi 9 Bulian, localhost
[2] SLiMS tidak bisa diakses/Tidak bisa login sama sekali
[3] Tipe Error 500 Localhost
[4] Notifikasi pada log eror
Pemeriksaan dan Pengujian
Hal pertama yang kami lakukan adalah memeriksa langsung notifikasi erornya. Tidak perlu lama, dari notifikasi itu kami menemukan bahwa ada dua tabel yang terus-menerus meminta request pada xampp tanpa henti yang menyebabkan xampp tidak bisa menampilkan SLiMS.
Sumber Masalah Ditemukan
Setelah pemeriksaan di berbagai part dan pengujian beberapa kali. Kami menemukan sumber masalah error kali ini yaitu:
1] Terdapat dua tabel yang corrupt: tabel profil dan backup. Corrupt pada tabel di database localhost xampp dapat terjadi karena beberapa hal, tapi yang paling umum adalah karena bug dan server pernah mati mendadak karena putus sumber daya.
Penyelesaian
Untuk menangani tabel yang corrupt. Kami menggunakan metode umum yakni dengan menggunakan fitur 'repair' pada phpmyadmin. Namun, cara tersebut tidak berhasil bahkan setelah dicoba beberapa kali. Maka kami berencana untuk membuat database baru dengan mengganti tabel yang corrupt.
Setelah berdiskusi dengan Kepala Perpustakaan mengenai kelebihan dan kekurangan solusi yang kami tawarkan, yang bersangkutan setuju. Tidak perlu lama, kami segera mengganti tabel yang corrup dengan baru. Kemudian memberikan sesi tanya jawab kepada user.
Semoga case study di Perpustakaan UMNU Kebumen kali ini dapat membantu. Jika SLiMS Sobat mengalami masalah dan memerlukan perbaikan, segera hubungi kami lewat Whatsapp Official Pustakawan Care untuk kami carikan solusi terbaik bagi Sobat.
Penulis: Pustakawan Care (Maulana Hasan)
